Jaguarinfo.id, Minahasa Selatan – Kementerian Agama Republik Indonesia resmi mempercepat pembayaran Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen guna meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di tanah air.
Kebijakan strategis ini hadir sebagai kado istimewa menyambut Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 02 Mei 2026. Oleh karena itu, para guru yang telah memenuhi syarat sertifikasi akan segera menerima hak mereka dalam waktu dekat.
Kabar gembira ini tersampaikan melalui Kepala Bidang Pendidikan Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara, Pdt. Franky V. W. Rompas, STh, MPd.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau berbicara pada Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Minahasa Selatan di Sutan Raja Hotel, Rabu (29/04/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretariat Jenderal Kemenag RI Nomor B-37/SJ/B.I.1/KU.00.2/04/2026 terkait percepatan anggaran.
Target Realisasi Anggaran Tunjangan Profesi Guru Sulut
Franky menjelaskan bahwa kebijakan ini menyasar 595 Guru Pendidikan Agama Kristen di Sulawesi Utara. Seluruh penerima adalah mereka yang telah menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mengantongi Nomor Registrasi Guru (NRG) tahun 2025.
Selain itu, program ini menjadi bukti nyata komitmen Menteri Agama dalam menjamin kesejahteraan guru agama secara berkelanjutan.
”Percepatan realisasi anggaran untuk pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen ini adalah bentuk apresiasi negara. Kami berharap pemenuhan hak ini memacu semangat guru dalam mencetak generasi emas yang berkarakter,” tegas Pdt. Franky V. W. Rompas di sela kegiatan.
Penyerahan Sertifikat Pendidik di Minahasa Selatan
Selain membahas agenda pembayaran Tunjangan Profesi Guru Pendidikan Agama Kristen, Franky juga menyerahkan sertifikat pendidik secara simbolis.
Sebanyak 45 guru asal Minahasa Selatan menerima sertifikat tersebut setelah menuntaskan program PPG tahun 2025.
Kepala Kantor Kemenag Minahasa Selatan, Pdt. Archilaus J. J. Egeten, STh. M. Si, turut hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut secara resmi.
Pihak Kemenag menaruh harapan besar agar momentum ini menjadi titik balik peningkatan kualitas pengajaran di kelas.
Melalui dukungan anggaran yang tepat waktu, guru dapat lebih fokus melakukan inovasi pembelajaran kepada para siswa.
Dengan demikian, kualitas pendidikan agama yang lebih baik di Sulawesi Utara dapat segera terwujud melalui kesejahteraan yang terjamin.
















