Jaguarinfo.id, Bitung – Bank Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan uang layak edar melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Samuel Languju, Kota Bitung ini, menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah layak edar bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Melalui misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia memastikan seluruh pelosok negeri mendapatkan akses layanan keuangan yang sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat nasionalisme di perbatasan.
Tugas Utama dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa misi ini mengemban tiga tanggung jawab besar.
Tim yang berangkat menggunakan KRI Selar-879 bertugas memastikan distribusi uang baru hingga penarikan uang lusuh.
”Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga tugas utama. Pertama, mendistribusikan uang Rupiah yang layak edar, termasuk yang baru dicetak. Kedua, menarik uang yang tidak layak edar atau lusuh yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cinta, bangga, dan paham Rupiah,” ujar Joko saat memberikan sambutan.
Joko menambahkan bahwa kehadiran misi ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa.
“Negara hadir secara nyata ke pelosok negeri. Kehadiran KRI Selar-879 tidak hanya membawa uang Rupiah, tetapi juga membawa pesan kehadiran negara yang melindungi serta melayani masyarakat di wilayah terluar NKRI,” tegasnya.
Pihak Bank Indonesia berharap misi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di wilayah 3T.
Upaya ini diharapkan mampu memperlancar transaksi ekonomi serta menjaga kualitas uang beredar di seluruh pelosok Indonesia.
















