Jaguarinfo.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi terbaru terkait stabilitas harga nasional. Inflasi Indonesia pada 06/2026 masih terjaga dalam kisaran sasaran pemerintah dan Bank Indonesia sebesar 2,5±1 persen.
Capaian ini menunjukkan stabilitas harga tetap kuat meskipun tekanan ekonomi global masih tinggi.
Inflasi Indonesia Tetap Stabil dalam Target
Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,44 persen pada 06/2026. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat 3,34 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam koridor target yang ditetapkan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan keberhasilan ini berkat konsistensi kebijakan moneter.
Bank Indonesia bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, mereka mengoptimalkan Program Ketahanan Pangan Nasional demi menjamin stabilitas harga tetap terjaga hingga 2027.
Rincian Kelompok Komoditas
Tekanan harga pada kelompok inflasi inti terlihat stabil dengan kenaikan tahunan 2,76 persen. Di sisi lain, kelompok harga pangan bergejolak menunjukkan penurunan inflasi tahunan menjadi 5,58 persen.
Meskipun beberapa komoditas seperti bawang dan beras mengalami kenaikan harga, langkah pengendalian pemerintah terbukti efektif.
Sebaliknya, kelompok harga yang diatur pemerintah mengalami kenaikan bulanan sebesar 1,41 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta tarif angkutan udara akibat mahalnya harga energi global.
Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat koordinasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
















