Jaguarinfo.id, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) terus mendorong penguatan ekosistem kelapa untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah strategis ini mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara dan Bincang Ekonomi di Hotel Four Points Manado, pada 30/07/26.
Kelapa saat ini mendominasi sekitar 91 persen dari total volume sepuluh komoditas unggulan perkebunan Sulut. Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh pihak meninggalkan pola lama yang hanya berfokus menjual produk mentah atau kopra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir ini dalam sistem pertanian daerah.
”Di era modern ini, pola pikir seperti itu harus kita geser. Kita tidak bisa lagi hanya menjadi penjual kelapa, kita harus menjadi pengelola ekosistem kelapa,” ujar Jimmy saat mewakili Gubernur Sulut dalam kegiatan tersebut.
Sinergi Bangun Ekosistem Kelapa Terintegrasi
Selanjutnya, pembangunan ekosistem kelapa ini membutuhkan integrasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Pemprov Sulut menargetkan produksi kelapa mampu mencapai 270.964 ton pada tahun 2027 melalui perbaikan tata kelola dan peremajaan pohon.
Selain itu, hilirisasi produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), karbon aktif, hingga produk kesehatan harus terus berkembang tanpa sisa (zero-waste). Tentu saja, modernisasi fasilitas produksi dan kemudahan akses pembiayaan menjadi kunci utama.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan para pelaku usaha sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut.
”Pemerintah Daerah Sulawesi Utara berkomitmen untuk mempermudah iklim investasi, menyiapkan regulasi yang mendukung, serta memperkuat infrastruktur konektivitas logistik. Namun, Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Jimmy.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, kejayaan sektor kelapa di Sulawesi Utara diharapkan bisa kembali bangkit. Dengan demikian, inovasi dan pemanfaatan teknologi akan menjamin kesejahteraan para petani pada masa depan.















