Jaguarinfo.id, Jakarta – AirNav Indonesia resmi memperpanjang penutupan 4 bandara hingga pukul 18.00 WIB hari ini. Keputusan ini turun demi menjaga keselamatan penerbangan akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Keempat fasilitas penerbangan yang tutup sementara (Aerodrome Closed) tersebut meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, dan Radin Inten II Lampung.
Selanjutnya, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports langsung merespons situasi darurat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka memastikan staf di lapangan terus melayani penumpang terdampak melalui aktivasi program Service Recovery Activation (SRA).
Melalui layanan ekstra tersebut, petugas membagikan makanan dan minuman ringan secara berkala.
Selain itu, pengelola bandara juga menyediakan area khusus dan mengarahkan staf untuk mendampingi penumpang secara langsung.
Layanan Ekstra Selama Penutupan 4 Bandara
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan kenyamanan calon penumpang di tengah situasi force majeure ini.
“Penanganan penumpang terus kami lakukan hingga bandara dinyatakan kembali dibuka. Selain di 4 bandara terdampak abu vulkanik, SRA diterapkan juga di bandara-bandara yang memiliki penerbangan menuju bandara terdampak, disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing bandara,” ujar Arie.
Sebagai bagian dari operasional SRA, pengelola Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya telah menyediakan moda transportasi bus gratis pada 06/09/26.
Kendaraan ini melayani rute tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya bagi calon penumpang telantar. Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi data sejak 05/09/26 hingga 07/09/26 pukul 09.00 WIB, InJourney mencatat 2.300 jadwal penerbangan dan 268.539 penumpang terdampak secara keseluruhan.
Khusus untuk kawasan Bandara Soekarno-Hatta, angka ini mencapai 1.320 jadwal penerbangan dengan total 173.474 penumpang.
InJourney Airports terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak berwenang guna mempercepat penanganan, sembari mengimbau seluruh calon penumpang agar senantiasa memantau informasi pembaruan status penerbangan melalui maskapai masing-masing.

















