Jaguarinfo.id, Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini resmi menginjak usia ke-62 tahun. Momentum perayaan hari jadi ini diwarnai oleh capaian kinerja makroekonomi yang gemilang, di mana pertumbuhan ekonomi daerah tercatat berada di atas rata-rata nasional.
Meski demikian, dinamika harga bahan pokok khususnya komoditas cabai rawit menjadi perhatian utama agar stabilitas inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa indikator ekonomi makro daerah berada dalam tren yang sangat positif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Di HUT yang ke-62 kalau kita lihat dari sisi indikator makroekonominya memang cukup bagus di mana pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari Nasional,” ujar Joko Supratikto melalui sambungan telepon, Kamis 24/09/26.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa tingkat inflasi Sulut pada periode Juli 2026 masih terjaga di angka 2,5 persen.
Namun, tekanan sempat muncul akibat lonjakan harga cabai rawit yang pernah menyentuh angka Rp200.000 per kilogram.
Guna mengatasi potensi tekanan lanjutan hingga penghujung tahun akibat keterbatasan pasokan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) langsung bergerak cepat melakukan intervensi pasar.
”Untuk inflasi kita terakhir di bulan Juli 2026 masih terjaga di 2,5 persen, namun kita mengalami tekanan terutama dari harga cabai rawit yang pernah sampai 200 ribu per kilogram, sehingga kami prediksi masih ada tekanan inflasi sampai akhir tahun karena kurangnya pasokan; untuk itu TPID telah melakukan intervensi dengan mendatangkan cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur, yang dijual dengan harga dari Bapanas 57 ribu per kilogram agar pasokan ini merata dan bukan menggantikan produk petani lokal.” Jelas Joko
Joko Supratikto menyampaikan ucapan selamat serta harapan besar bagi masa depan Sulawesi Utara yang kini telah menginjak usia kematangan dalam tata kelola pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
”Selamat Ulang Tahun untuk Provinsi Sulawesi Utara ke-62 Tahun. Usia ke-62 bukan lagi muda, 62 itu usia yang matang, dan harapannya dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus serta inflasi yang terjaga, kesejahteraan pun akan dirasakan oleh masyarakat.”
Langkah taktis TPID mendatangkan pasokan dari luar daerah serta komitmen kuat Bank Indonesia dalam mengawal stabilitas harga menjadi kunci utama agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara di usia ke-62 ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
ADP















