Jaguarinfo.id, Pidie – Kapolri Suyudi Ario Seto mengungkapkan, tim gabungan menyita hampir 1,2 ton bruto sabu dari laboratorium gelap di Kabupaten Pidie, Aceh. Pengungkapan laboratorium sabu di Aceh ini melibatkan Polri, BNN, dan Bea Cukai pada 21/10/26.
Petugas menggelar operasi serentak di lima lokasi yang tersebar di Pidie, Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe. Operasi tersebut berawal dari informasi intelijen dan pemantauan pergerakan jaringan narkotika.
Di sebuah ruko di Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, petugas menemukan laboratorium yang diduga mengolah meth oil atau sabu cair menjadi sabu kristal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari lokasi itu, tim menyita 20 drum berisi meth oil, sekitar 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan produksi. Secara keseluruhan, barang bukti mencapai hampir 1,2 ton bruto.
Kapolri Apresiasi Pengungkapan Laboratorium Sabu
Petugas mengamankan 11 orang, terdiri atas dua warga negara asing (WNA) dan sembilan warga negara Indonesia (WNI). Penyidik kini mendalami peran mereka serta menelusuri dugaan keterkaitan dengan jaringan narkotika internasional.
Kapolri mengapresiasi kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat dalam pengungkapan tersebut.
“Saya ucapkan selamat atas pengungkapan dalam rangka menyelamatkan anak bangsa ini. Polisi dan masyarakat kita berhasil mengungkap jaringan narkoba skala besar,” kata Suyudi di Pidie, Jumat (23/10/2026).
Selain itu, Kapolri mengimbau pemilik ruko, kontrakan, dan rumah sewa agar memeriksa identitas serta aktivitas penyewa.
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik ruko, kontrakan, atau rumah sewa, agar senantiasa selektif dan memastikan identitas serta aktivitas penyewa dapat dipertanggungjawabkan. Jangan apatis dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, penyidik masih mengejar sejumlah orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan menelusuri dugaan aliran dana. Polri juga berkoordinasi dengan otoritas luar negeri untuk mengungkap jaringan tersebut.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memutus rantai pasokan narkotika dan mencegah Indonesia menjadi lokasi produksi maupun jalur distribusi jaringan internasional.
Keterangan gambar: Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi atas pengungkapan laboratorium gelap sabu di Pidie, Aceh.















