Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menggelar acara Bincang Ekonomi bertajuk Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara 2026 di Ballroom Hotel Fourpoints Manado pada 16/08/26.
Acara ini menghadirkan unsur pemerintah daerah, perbankan, serta pelaku usaha guna membahas tren pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang tetap kuat di tengah dinamika global.
Resiliensi Sektor Utama Penopang Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara
Kepala KPw BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa daerah ini mencatatkan resiliensi yang stabil berkat sokongan sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, serta konstruksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kinerja perbankan turut memperkuat aktivitas produktif melalui pertumbuhan kredit sebesar 3,08 persen dan dana pihak ketiga mencapai 8,08 persen pada Juli 2026, dengan rasio NPL yang sehat di angka 2,77 persen.
Joko Supratikto menyampaikan pernyataan resmi terkait kondisi tersebut.
”Secara umum Bapak-Ibu, kita memahami bersama bahwa Sulawesi Utara ini yang tetap menunjukkan resiliensinya di tengah dinamika gejolak global dan domestik.”
Tantangan Inflasi dan Kolaborasi Pengendalian Harga
Meskipun demikian, laju inflasi kumulatif hingga Agustus 2026 telah mencapai 3,68 persen, melampaui batas atas target nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Kondisi tersebut menuntut peningkatan koordinasi yang erat antar pemangku kepentingan untuk menjaga pasokan dan kelancaran distribusi barang.
Joko Supratikto menegaskan pentingnya langkah antisipatif tersebut.
”Oleh karena itu, Bapak-Ibu, kita terus perlu meningkatkan kolaborasi kita, sinergi kita di dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, dan juga stabilitas harga.”
Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis demi menjaga stabilitas harga serta mendorong ekspansi bisnis yang berkelanjutan di daerah ini.
















