Film “Autopsy: Dead Body Can Talk” Resmi Diluncurkan, Angkat Kisah Nyata Dokter Forensik Polri

- Aldy Pascoal

Minggu, 30 November 2025 - 08:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta — Film Autopsy: Dead Body Can Talk resmi diluncurkan pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Bakti Dharma Waspada STIK Polri, Jakarta Selatan. Film ini menghadirkan kisah perjalanan nyata seorang dokter forensik Polri yang dikenal luas di dunia penyidikan ilmiah, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F.

Diproduksi oleh PT RINS Prime Entertainment bekerja sama dengan PT Karya Kreatif Utama, film ini menggabungkan pendekatan scientific crime investigation dengan pengalaman supranatural yang dialami sang dokter forensik sepanjang penanganan berbagai kasus kematian tidak wajar.

Autopsy: Dead Body Can Talk berkisah tentang Dr. Sumy Hastry—seorang dokter forensik yang tajam, tenang, dan berpengalaman menangani kasus-kasus pembunuhan viral di Indonesia. Dalam film ini, pengalaman empiris kedokteran forensik dipadukan dengan intuisi dan fenomena supranatural yang menjadi bagian perjalanan panjangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur PT RINS Prime Entertainment, Rina Laurentie Sindunata, menyebut film ini dibuat dengan tujuan menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya autopsi dalam pembuktian ilmiah sebuah tindak pidana.

Film ini diperankan oleh deretan aktor ternama, di antaranya Masayu Anastasia sebagai Dr. Sumy Hastry, Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Rifnu Wakana, Ryuka Bunga, serta sejumlah aktor pendukung lainnya.

Baca Juga :  Kapolri di Kompolnas Awards 2026: Kepercayaan Masyarakat Tolok Ukur Utama Polri

Dalam doorstop launching film, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry mengaku tidak menyangka perjalanan kariernya akan diadaptasi menjadi film layar lebar.

“Pertama kali diberitahu Mbak Rina, saya kaget dan nggak percaya. Saya sering dipanggil podcast, tapi tidak pernah terpikirkan untuk difilmkan,” ujarnya.

Hastry juga mengungkap bahwa film ini merekam alasan awal dirinya memilih menjadi dokter spesialis forensik, sebuah langkah yang dulu dianggap tidak lazim bagi seorang polwan.

“Waktu itu belum ada dokter polisi wanita yang menjadi dokter forensik. Saya dianggap cewek aneh,” tuturnya sambil tersenyum.

“Tapi itu semua yang nanti diceritakan di film—perjalanan awal saya masuk dunia forensik sampai akhirnya belajar terus hingga S3.”

Hastry berharap film ini dapat membuka wawasan publik mengenai dunia forensik dan peran polisi dalam mengungkap kejahatan yang berkaitan dengan tubuh manusia.

“Harapan saya, film ini untuk edukasi. Masyarakat bisa tahu bahwa tugas polisi itu seperti ini—mengungkap kasus secara ilmiah, memburu pelaku, dan tidak pernah berhenti bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., yang turut terlibat dalam proses produksi, menjelaskan pendekatan unik film ini sebagai horor forensik yang berakar dari kisah nyata.

Baca Juga :  Kapolda Sulut Pimpin Peletakan Batu Pertama Pembangunan Satpas Polres Minahasa Selatan

“Film horor itu banyak, tapi kalau yang based on true event, itu lebih menggugah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa film ini menggunakan sudut pandang langsung dari pengalaman Dokter Hastry.

“Semua kita lihat dari POV beliau—ketika melihat jenazah, menemukan kasus, dan bagaimana beliau menyikapinya,” katanya.

Rina juga membahas tantangan teknis dalam penggarapan adegan-adegan forensik, mulai dari cara memotong tubuh hingga detail darah dalam berbagai kondisi.

“Kami ada training singkat tentang forensik. Ibu menyediakan konsultan yang membantu tim prostetik agar darahnya, cara memotongnya, semuanya akurat,” jelasnya.

“Supernatural yang muncul bukan dibuat-buat. Itu based on her story.”

Sinopsis film menggambarkan bagaimana seorang dokter forensik memadukan sains kedokteran forensik dengan intuisi yang tumbuh seiring panjangnya pengalaman—sebuah perjalanan yang menyibak sisi lain penyelidikan ilmiah.

Dalam cerita, tokoh pendukung seperti Mojo sang asisten, Yatna sang dokumentalis, serta penyidik Rendra turut memperkuat dinamika penyidikan yang mencampurkan realitas dan intuisi dalam mengungkap kebenaran.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS ! Mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Polres Sitaro Amankan 43 Paket Sabu Seberat 9,12 Gram dari Dua Lokasi
Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir Diperiksa Polda Sulut Terkait Dugaan Asusila dan Aborsi
Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda
Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa
Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 2.000 Paket Sembako
Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:08 WITA

BREAKING NEWS ! Mantan Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WITA

Polres Sitaro Amankan 43 Paket Sabu Seberat 9,12 Gram dari Dua Lokasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Ahmad Sabir Diperiksa Polda Sulut Terkait Dugaan Asusila dan Aborsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:20 WITA

Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa

Berita Terbaru