Jaguarinfo.id, Manado – Ratusan jemaat menghadiri ibadah Perjamuan Kudus GMIM Yesus Memberkati Citraland dalam rangka memperingati kematian Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026.
Pelaksanaan sakramen suci ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan di gedung gereja yang terletak di kawasan Citraland Manado sejak pukul 15.00 WITA.
Seluruh warga jemaat datang dengan hati yang rindu untuk menghayati pengorbanan Sang Juru Selamat melalui peringatan kematian Yesus Kristus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua BPMJ GMIM Yesus Memberkati Citraland, Pdt. Altje Kalalo, M.Th., memimpin langsung jalannya peribadatan tersebut.
Dalam khotbahnya, ia mendasarkan renungan pada pembacaan Alkitab dalam kitab 1 Korintus 11:27-34. Tema besar yang diangkat adalah peringatan keras bagi setiap orang agar tidak makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan.
Pdt. Altje menekankan bahwa momen ini merupakan kesempatan bagi jemaat untuk memeriksa hati secara pribadi di hadapan Tuhan.
”Duduk di meja perjamuan Tuhan artinya kita memeriksa hati dan mengakui dosa kita. Cuma kita dengan Tuhan yang tahu apa yang kita perbuat. Namun, kita juga harus mampu mengampuni sebagai bentuk menghargai tubuh Kristus yang adalah jemaat,” ujar Pdt. Altje Kalalo dalam pesan rohaninya.
Ia menambahkan bahwa undangan Tuhan lewat sakramen ini mengingatkan manusia akan kasih setia dan karya penyelamatan-Nya yang luar biasa.

Pertobatan dan Syukur dalam Sakramen Perjamuan
Suasana religius semakin terasa saat prosesi pembagian roti dan anggur dimulai.
Jemaat duduk secara bergantian di meja panjang yang telah tersedia di depan altar. Iringan lagu-lagu pujian rohani menambah suasana syahdu selama prosesi berlangsung.
Para pelayan khusus dan pendeta pelayan bekerja sama melayani jemaat dengan penuh dedikasi. Hal ini menunjukkan kesatuan iman dalam menghormati pengorbanan Kristus di kayu salib.
Pdt. Altje juga mengingatkan bahwa jemaat tidak sekadar makan roti dan minum anggur secara fisik.
Lebih dari itu, setiap orang menerima kehidupan dalam anugerah serta keselamatan yang pasti. Oleh karena itu, persiapan diri melalui doa sangat penting agar penyembahan tersebut bernilai di mata Allah.
Jemaat diharapkan pulang dengan membawa semangat baru dalam kehidupan sehari-hari setelah mengalami perjumpaan pribadi di meja perjamuan Tuhan.
















