Jaguarinfo.id, Manado – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie bergerak tegas merespons keresahan masyarakat. Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk memburu pelaku begal yang masih berkeliaran di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara demi menjamin keamanan masyarakat.
Perintah ini disampaikan langsung oleh Kapolda saat memberikan keterangan resmi di Mapolda Sulut, Rabu (03/06/26).
Menurutnya, keamanan masyarakat tidak hanya diukur dari angka kriminalitas yang rendah, tetapi harus mencakup perlindungan komprehensif bagi warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Keamanan Masyarakat dan Pemberantasan Begal
Dalam arahannya, Irjen Pol Roycke Harry Langie menetapkan tiga pilar utama untuk menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
Pilar pertama yakni keamanan personal, di mana negara wajib menjamin warga dapat beraktivitas di kantor, sekolah, hingga tempat ibadah tanpa rasa takut.
Pilar kedua adalah keamanan infrastruktur, seperti optimalisasi penerangan jalan agar tidak ada ruang gelap yang memicu tindak kejahatan.
Selanjutnya, ia menyoroti pilar ketiga, yaitu keamanan digital, yang dinilai paling berbahaya saat ini.
Ia mengingatkan bahwa perilaku saling serang dan hujat di ruang siber berpotensi memicu konflik nyata.
Untuk menekan angka kriminalitas, Kapolda memastikan setiap laporan gangguan kamtibmas akan ditindaklanjuti secara hukum.
Pihaknya kini memperkuat operasi kewilayahan guna memberantas aksi begal dan premanisme secara masif.
”Kalau ada pelaku yang belum tertangkap, saya sudah perintahkan untuk segera melakukan penangkapan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” tegas Langie.
Selain menindak pelaku, Kapolda meminta masyarakat agar proaktif melapor ke Polsek atau Pos Polisi terdekat jika melihat aktivitas mencurigakan.
Ia juga menginstruksikan Kapolres, Kapolsek, hingga Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif menyapa generasi muda guna memberikan arahan edukatif.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar situasi kamtibmas di Sulawesi Utara tetap kondusif.
















