Jaguarinfo.id, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat adanya tren positif pada tingkat kesejahteraan petani di Bumi Nyiur Melambai.
Berdasarkan data resmi yang dirilis, Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada September 2026 berada di angka 128,32, atau mengalami kenaikan sebesar 1,20 persen dibandingkan bulan Agustus 2026.
Rilis resmi statistik tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, S.Si., MSE., di Kantor BPS Sulut pada Kamis (1/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan Signifikan pada Subsektor Hortikultura
Dalam pemaparannya, Watekhi menjelaskan bahwa kenaikan NTP secara umum ini disokong kuat oleh performa gemilang dari salah satu subsektor pertanian.
”Peningkatan signifikan terjadi pada subsektor hortikultura yang naik hingga 25,24 persen, yang utamanya dipicu oleh meningkatnya harga komoditas tomat dan cabai rawit di pasaran,” ungkap Watekhi.
Kendati demikian, BPS mencatat bahwa dinamika sektoral berjalan bervariasi.
Sejumlah subsektor lainnya, seperti perikanan, perkebunan rakyat, peternakan, dan tanaman pangan, justru mengalami koreksi atau penurunan pada periode yang sama.
Kapasitas Usaha Tani Semakin Kuat
Di sisi lain, kabar baik juga datang dari indikator biaya produksi. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sulawesi Utara pada September 2026 tercatat ikut mengalami peningkatan sebesar 6,64 persen menjadi 140,06.
Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan dan efisiensi usaha pertanian di Sulawesi Utara dalam menutupi biaya produksi mengalami penguatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Dengan menguatnya NTP dan NTUP di September 2026, diharapkan stabilitas harga komoditas pertanian dapat terus dijaga guna menjamin peningkatan kesejahteraan petani secara merata di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
















