Jaguarinfo.id, Jakarta – Polri resmi memberangkatkan 322 personel Satgas Edukasi Karhutla gelombang kedua menuju wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Apel pemberangkatan ini berlangsung di Kompleks STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (07/09/26).
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra Simanjuntak memimpin langsung agenda tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, para personel kepolisian ini merupakan peserta didik tingkat manajerial dari Sespimti, Sespimmen, dan SPPK Polri.
Komjen Panca Putra merinci bahwa satgas ini akan mendatangi enam provinsi rawan.
Keenam wilayah tersebut meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Evaluasi Strategi dari Satgas Edukasi Karhutla Polri
Panca menjelaskan bahwa langkah strategis ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Berbeda dengan gelombang pertama, Satuan Tugas Pencegahan Kebakaran Hutan kali ini mendapat tugas tambahan berupa evaluasi mendalam.
”Karena mereka sudah menduduki eselon manajer tingkat puncak dan menengah, mereka diharapkan tidak hanya sekadar edukasi, tapi melakukan evaluasi dan mempelajari permasalahan di wilayah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelas Panca.
Oleh karena itu, penugasan lapangan selama 10 hari ini akan menjadi masukan krusial bagi kepolisian.
“Nanti mereka diharapkan memberikan masukan terkait strategi manajemen operasi sebagai protap penanganan tahun depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Astamaops Kapolri Irjen Roycke Harry Langie menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini masuk dalam bingkai Operasi Amanusa II.
”Dalam komposisi penanganan karhutla, Polri memberlakukan Operasi Amanusa II yang dikhususkan pada penanganan bencana alam. Berdasarkan perintah Bapak Kapolri, melihat eskalasi yang ada, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi,” papar Roycke.
Sebagai penutup, Polri berharap pengabdian masyarakat oleh para peserta didik ini mampu menghasilkan konsep operasi aplikatif demi menekan angka kebakaran hutan di masa mendatang.

















