DPR Kritik Penanganan TPPO Maritim Polri yang Masih Lemah

- Aldy Pascoal

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Komisi III DPR RI mengkritik keras strategi Polri dalam memberantas kasus perdagangan manusia di Indonesia. Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Chriesty Barends, menilai kepolisian terlalu fokus pada wilayah daratan sehingga mengabaikan penanganan TPPO maritim. Hal ini menyebabkan banyak praktik perbudakan modern di sektor kelautan yang tidak terdeteksi oleh aparat penegak hukum.

​Pernyataan tegas tersebut muncul dalam Rapat Kerja antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Mercy mengungkapkan bahwa pola pengawasan Polri saat ini masih bersifat continental base. Padahal, data di lapangan menunjukkan angka eksploitasi manusia di wilayah perairan justru sangat memprihatinkan dan butuh perhatian khusus.

​“Laporan dari Bapak sangat berbasis kontinental base (daratan). Padahal TPPO maritim amat sangat banyak,” ujar legislator asal Maluku tersebut saat memberikan interupsi di depan forum.

Mendesak Evaluasi Penanganan TPPO Maritim di Perairan Arafura

​Mercy membeberkan fakta miris di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 yang meliputi Laut Arafura, Laut Aru, dan Laut Timor. Di wilayah tersebut, terdapat lebih dari 3.200 kapal ikan yang beroperasi dengan pengawasan minim. Kondisi ini membuat para Anak Buah Kapal (ABK) sangat rentan menjadi korban kekerasan dan kerja paksa di tengah laut.

​Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat membantu pemulangan para pekerja yang menjadi korban kekejaman di kapal. “Bulan-bulan kemarin, saya memulangkan ABK yang dilempar dari atas kapal berbendera asing maupun Indonesia di perairan Laut Arafura. Mereka dibuang seenaknya, banyak yang meninggal, banyak yang sakit,” tegasnya penuh emosi.

Baca Juga :  BSG Siapkan Likuiditas Rp1,5 Triliun Hadapi Lonjakan Transaksi Jelang Nataru 2025/2026

​Selain masalah eksploitasi pekerja, Mercy juga menyoroti celah keamanan di pulau-pulau terluar. Ia mencontohkan kasus lolosnya sembilan warga negara asing asal China melalui perairan Tanimbar menuju Australia. Lemahnya administrasi dan pengawasan di jalur laut menjadi pintu masuk bagi jaringan penyelundupan manusia internasional.

​Oleh karena itu, DPR mendesak Polri segera memperbaiki indikator kinerja dengan memasukkan unsur kelautan secara mendalam. Perubahan strategi ini sangat penting agar tidak ada lagi warga negara Indonesia yang menjadi korban perbudakan di wilayah laut sendiri. Penegakan hukum yang kuat harus menjangkau seluruh pelosok perairan nusantara guna memastikan keamanan nasional terjaga.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus Pimpin Rapat Pencegahan Karhutla di Sulut
Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu Lintas Daerah, Belasan Ribu Lembar Disita
Strategi Baru Polri: Edukasi Langsung untuk Pencegahan Karhutla di 8 Provinsi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:28 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:55 WITA

Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun

Berita Terbaru