Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo (SulutGo) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah kerjanya.
Upaya ini bertujuan agar pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan sebanding dengan akses yang mereka miliki.
Berdasarkan survei tahun 2025, indeks pemahaman keuangan saat ini mencapai 66,46 persen, sementara tingkat akses layanan keuangan sudah menyentuh angka 80,51 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menjelaskan bahwa pihaknya fokus memperkecil selisih (gap) antara kedua indeks tersebut.
Hal ini beliau sampaikan dalam acara Media Update di Rumah Alam Manado pada Rabu, 04/03/06. Menurut Robert, edukasi yang masif menjadi kunci utama dalam melindungi konsumen dari risiko keuangan yang merugikan.
”Ini gap-nya masih cukup besar. Oleh sebab itu, kita akan terus berupaya meningkatkan literasi dan memperkecil gap ini,” tegas Robert Sianipar di hadapan awak media.
Realisasi Edukasi dan Jangkauan Sasaran Prioritas
Sepanjang tahun 2025, OJK SulutGo tercatat sukses menyelenggarakan 105 kegiatan edukasi yang menjangkau 699.663 peserta. Program ini menyasar sepuluh kelompok prioritas, mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat di wilayah 3T.
Selain itu, mereka juga melibatkan pekerja migran dan penyandang disabilitas dalam setiap sosialisasi.
Meskipun Kantor OJK Maluku Utara telah resmi beroperasi sejak Oktober 2025, OJK SulutGo tetap mengawal transisi edukasi di wilayah tersebut.
Robert menyatakan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat sangat membantu percepatan penyebaran informasi. Melalui program OJK PEDULI, lembaga ini melahirkan duta-duta literasi dari kalangan dosen, mahasiswa, hingga aparatur sipil negara.
”Seluruh kegiatan edukasi di Maluku Utara kami laksanakan terlebih dahulu sebelum kantor di sana berdiri resmi,” tambah Robert menjelaskan komitmen lembaganya.
Selanjutnya, OJK bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Kolaborasi ini melahirkan berbagai program inovatif seperti satu rekening satu pelajar dan Desa Implementasi Ekosistem Keuangan Inklusif. Langkah ini terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.
Salah satu capaian nyata adalah penyaluran KUR Bohusami yang menggandeng Bank SulutGo. Hingga akhir Desember 2025, total realisasi kredit tersebut mencapai Rp220,86 miliar yang mengalir kepada 6.407 debitur.
Dengan demikian, penguatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera secara finansial.
ADP
















