Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) serius mendorong efisiensi logistik ekspor daerah.
Langkah ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Direct Call Bitung–China yang berlangsung di Ruang Tondano, Kantor BI Sulut, Jumat (05/06/26).
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, memimpin langsung diskusi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, inisiasi Direct Call Bitung–China sangat krusial untuk memangkas biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional.
“Kami sangat menyambut baik pelaksanaan FGD ini. Kegiatan seperti ini sudah dilakukan beberapa kali dan cukup berhasil. Mudah-mudahan ada trial berikutnya, dan harapannya tidak hanya berhenti di trial saja,” ujar Joko.
Strategi Pembiayaan dan Efisiensi Direct Call Bitung–China
Selain membahas jalur pelayaran, forum ini membedah peran strategis perbankan dalam mendukung pelaku usaha.
Joko menekankan, kehadiran sektor keuangan sangat penting untuk memberikan dukungan pembiayaan bagi eksportir agar rencana jalur perdagangan langsung Bitung–China ini berjalan optimal.
Menurutnya, optimalisasi ini diharapkan mampu mempercepat distribusi barang.
Selain itu, langkah tersebut menjadi kunci dalam mendongkrak efisiensi biaya transportasi bagi para pengusaha lokal.
Di sisi lain, BI Sulut memaparkan kondisi terkini ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,54 persen.
Meski melambat dari 5,95 persen pada triwulan sebelumnya, sektor perdagangan, pertanian, dan industri pengolahan tetap menjadi fokus utama untuk terus dipacu melalui peningkatan ekspor.
Melalui diskusi ini, BI Sulut menaruh harapan besar agar Direct Call Bitung–China tidak hanya menjadi proyek uji coba.
Mereka ingin jalur ini segera beroperasi secara permanen guna memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara ke depan.















