Jaguarinfo.id, Jatim – Bank Indonesia bersama TP2DD se-Sulawesi Utara berupaya mempercepat digitalisasi daerah Sulawesi Utara melalui kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan studi visit dan capacity building ini berlangsung pada 14–16 April 2026 di Surabaya. Agenda ini bertujuan untuk mengoptimalkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna menciptakan sistem keuangan yang lebih modern dan transparan.
Kepala Tim SP PUR Bank Indonesia Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick, mendampingi langsung para pimpinan perangkat daerah dalam kunjungan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ircham menegaskan bahwa sinergi antarwilayah sangat penting untuk memacu kinerja TP2DD di Sulawesi Utara. Menurutnya, pemanfaatan alat diagnostik dan program unggulan menjadi fokus utama dalam kunjungan strategis tersebut.
Ircham menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah percepatan untuk memperkuat kinerja TP2DD di Sulawesi Utara.
“Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait tindak lanjut diagnostic tools, penyusunan program unggulan, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Studi ini menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan tersebut,” ujarnya.
Inovasi Unggulan Jatim Jadi Inspirasi TP2DD Sulut
Jawa Timur menjadi tujuan utama karena keberhasilannya meraih delapan penghargaan pada Championship TP2DD 2025.
Inovasi “Sambel Bajak” menjadi salah satu poin pembelajaran penting karena sukses mengintegrasikan pembayaran pajak dengan layanan belanja daring.
Keberhasilan ini terbukti meningkatkan penerimaan pajak kendaraan secara signifikan melalui penguatan ekosistem ekonomi digital Sulut di masa depan.
Para peserta juga mempelajari digitalisasi parkir berbasis kecerdasan buatan serta tiket masuk wisata di Kota Surabaya. Berbagai inovasi digital tersebut terbukti memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengetahuan teknis ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh para pimpinan daerah yang hadir, seperti dari Manado, Minahasa, dan Bolaang Mongondow.
Seluruh peserta menyepakati komitmen untuk meningkatkan performa daerah pada Championship TP2DD 2026 mendatang.
Mereka menargetkan perbaikan kualitas laporan monitoring dan penguatan program unggulan di wilayah masing-masing. Transformasi digital ini menjadi kunci untuk memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan mudah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas kanal pembayaran non-tunai sehingga belanja daerah menjadi lebih efisien.
Dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah, kemandirian fiskal Sulawesi Utara akan semakin kuat. Fokus pada tata kelola yang akuntabel ini pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
















