Jaguarinfo.id, Manado – Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado melaksanakan latihan berkuda Basarnas Sulut sebagai langkah inovatif memperkuat kesiapsiagaan personel. Pelatihan menunggang kuda ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tim saat menghadapi medan ekstrem yang tidak terjangkau kendaraan bermotor.
Melalui kolaborasi ini, personel diharapkan mampu bergerak lebih lincah di wilayah pegunungan dan hutan belantara.
Menembus Wilayah Terisolasi dengan Kuda
Personel SAR seringkali menghadapi kendala akses saat menuju lokasi kejadian di pelosok Sulawesi Utara. Oleh karena itu, penggunaan hewan tersebut menjadi solusi logistik yang sangat vital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuda memiliki ketahanan fisik yang kuat untuk melintasi jalur terjal dan sempit. Dengan demikian, tim dapat mencapai titik koordinat korban dengan waktu tempuh yang lebih singkat daripada berjalan kaki.
Selanjutnya, pemanfaatan moda transportasi tradisional ini mempermudah proses evakuasi medis di area minim infrastruktur.
Langkah ini membuktikan bahwa teknologi modern tetap membutuhkan dukungan metode konvensional yang adaptif. Keunggulan alami kuda dalam menjaga keseimbangan di lereng bukit menjadi aset penting bagi tim penyelamat.
Komitmen Pelayanan Maksimal Basarnas Manado
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, menegaskan bahwa keterampilan baru ini merupakan kebutuhan mendesak di lapangan. Beliau memantau langsung jalannya simulasi agar setiap personel menguasai teknik pengendalian hewan dengan benar.
Selain itu, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap sesi latihan intensif tersebut.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap personel memiliki kemampuan tambahan untuk menghadapi tantangan alam yang tidak terduga. Latihan dasar berkuda ini akan membuat tim semakin tangguh dan siap memberikan pelayanan penyelamatan yang maksimal bagi masyarakat di manapun mereka berada,” ujar George Mercy Randang.
Akhirnya, program ini akan menjadi agenda rutin guna menjaga keahlian seluruh anggota Kantor SAR Manado.
Harapannya terobosan ini mampu menekan angka keterlambatan penanganan darurat di wilayah terpencil.
Kini, Basarnas Sulut semakin optimis dalam menjalankan misi kemanusiaan dengan berbagai skenario medan.
















