Jaguarinfo.id, Manado – Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta, Recky Langie, menilai pemerintah sudah saatnya memberikan Gelar Pahlawan Nasional Prof Sumitro Djojohadikusumo.
Langkah ini menjadi bentuk pengakuan negarawan ekonomi Indonesia yang telah meletakkan struktur perekonomian nasional sejak awal kemerdekaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan ilmiah di Manado pada Sabtu, 30/05/26.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Recky menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Oleh karena itu, seluruh pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut sepakat mendukung usulan ini. Apalagi, kecerdasan ekonomi Prof.
Sumitro sudah diakui dunia sejak ia meraih gelar doktor di Rotterdam pada usia 27 tahun.
Kontribusi Besar dan Urgensi Gelar Pahlawan Nasional Prof Sumitro
Menurut Recky, gagasan ekonomi Prof. Sumitro menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia hingga saat ini.
Alasan utama usulan Gelar Pahlawan Nasional Prof Sumitro ini adalah warisan pemikirannya yang meliputi teori hilirisasi dan ekonomi kerakyatan melalui Program Benteng.
Dilansir dari Manado Post, gagasan tersebut bahkan menginspirasi konsep ekonomi konstitusi yang kini digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Prof Sumitro melahirkan teori ekonomi tentang hilirisasi dan ekonomi kerakyatan. Saat ini Presiden Prabowo juga berbicara mengenai ekonomi konstitusi. Banyak konsep yang sebenarnya berakar dari pemikiran Prof Sumitro,” ujar Recky.
Selain itu, Prof. Sumitro berperan besar dalam mengubah Jawatan menjadi Perusahaan Negara atau Perum.
Beliau juga merancang sistem perbankan nasional, menggagas Bank Tonsea, serta mendirikan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Recky menambahkan bahwa semangat pemerataan ekonomi antara pusat dan daerah yang dahulu diperjuangkan Permesta kini mulai diwujudkan oleh pemerintah.













