Jaguarinfo.id, Manado – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada 17/06/26 berakhir ricuh. Meski awalnya berjalan kondusif, demonstrasi terkait berbagai isu nasional dan daerah ini memanas hingga merusak fasilitas umum.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara memastikan penanganan massa demo di DPRD Sulut telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Massa mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari isu koperasi merah putih, pelanggaran HAM, hingga penolakan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis oleh kampus. Selain itu, mereka menyoroti ketersediaan BBM subsidi, evaluasi program Trans Manado, serta publikasi draft RTRW.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polda Sulut Tangani Demo di DPRD Sulut Sesuai SOP
Situasi berubah tegang ketika oknum massa mulai melakukan tindakan anarkis. Mereka merobohkan pagar kantor DPRD dan melakukan pelemparan ke arah area perkantoran.
Menanggapi eskalasi tersebut, petugas kepolisian bertindak tegas dengan menggunakan water cannon serta gas air mata. Aparat juga membentuk formasi pengamanan untuk memukul mundur massa dari lokasi.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihaknya menghargai kebebasan berpendapat. Namun, ia menyayangkan aksi anarkis yang merusak ketertiban umum.
“Pada awal kegiatan, aksi penyampaian aspirasi berlangsung dengan baik. Namun situasi berubah ketika terjadi tindakan-tindakan yang mengarah pada anarkisme, seperti merobohkan pagar kantor DPRD, hingga melakukan pelemparan ke arah area kantor,” ujar Kombes Pol Alamsyah.
Ia menambahkan bahwa seluruh tindakan personel di lapangan sudah sesuai prosedur. Polisi memprioritaskan keamanan masyarakat dan perlindungan fasilitas publik.
“Seluruh tindakan yang dilakukan personel di lapangan telah melalui tahapan sesuai SOP. Prioritas kami adalah menjaga keamanan masyarakat, melindungi fasilitas publik, serta memastikan situasi kembali kondusif,” tegasnya.
Sekitar pukul 18.30 Wita, polisi berhasil meredam kericuhan. Meskipun sempat mengamankan beberapa peserta aksi untuk pendataan, polisi akhirnya memulangkan mereka kembali.
Akibat insiden ini, pagar besi gerbang Kantor DPRD Sulut mengalami kerusakan cukup parah. Polda Sulut kini mengajak seluruh elemen masyarakat agar mengedepankan dialog demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
















