Jaguarinfo.id, Manado – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgoro) menggelar Media Update Triwulan II di NDC Resort and Spa, Manado, Kamis (25/06/26).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dengan insan pers untuk menjaga stabilitas industri jasa keuangan di wilayah tersebut.
Kepala OJK Sulut Gorontalo, Robert Sianipar, memaparkan secara transparan perkembangan industri jasa keuangan terkini di kedua provinsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan Dana Masyarakat dan Kredit Perbankan
Robert menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap bank terus menguat. Hal ini terlihat dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).
”Dana Pihak Ketiga di Sulawesi Utara tumbuh 8,01% secara tahunan (year-on-year), sementara di Gorontalo meningkat 6,92% secara tahunan,” ujar Robert saat memaparkan data kinerja sektor perbankan.
Terkait penyaluran kredit, Sulawesi Utara mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,97% secara tahunan. Sebaliknya, Gorontalo mengalami kontraksi sebesar 1,93% secara tahunan. Meski terdapat perbedaan tren, OJK menilai fungsi intermediasi perbankan di kedua wilayah tersebut masih tetap terjaga dengan baik.
Mitigasi Risiko dalam Industri Jasa Keuangan
OJK turut memberikan catatan khusus terkait rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Saat ini, NPL di Sulawesi Utara berada di angka 2,93%, sedangkan di Gorontalo mencapai 4,74%.
Robert menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap risiko kredit yang ada saat ini. “Meskipun rasio NPL masih di bawah ambang batas 5%, angka tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan NPL nasional yang berada di posisi 2,32%,” jelasnya.
Untuk memperkuat permodalan, OJK terus mendorong program konsolidasi perbankan.
Selama Triwulan II 2026, tiga Bank Perekonomian Rakyat (BPR) telah menyelesaikan proses penggabungan.
Selain itu, guna meningkatkan inklusi dan kepercayaan masyarakat, OJK juga telah menerbitkan izin usaha bagi dua perusahaan pergadaian di Kotamobagu, Sulawesi Utara.
















