BI Perkuat Ekosistem Kelapa untuk Dorong Ekonomi Sulawesi Utara

- Aldy Pascoal

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai pembukaan kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara dan Bincang Ekonomi.

Foto bersama usai pembukaan kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara dan Bincang Ekonomi.

Jaguarinfo.id, Manado – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong laju ekonomi Sulawesi Utara. BI Sulut menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Bincang Ekonomi di Manado, Kamis (30/07/26).

​Acara ini mengusung tema “Penguatan Hilirisasi Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara”. Kegiatan tersebut membuktikan peran BI Sulut sebagai penasihat strategis. BI rutin merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan daerah.

​Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Purwanto, menyampaikan pandangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi dan pelaku usaha dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Baca Juga :  Peran Bank Indonesia Menjaga Stabilitas Harga di Sulawesi Utara

​Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan langkah strategis terkait sektor kelapa.

“Upaya tersebut diarahkan pada penguatan sektor unggulan Sulut yaitu Kelapa melalui peningkatan produktivitas di sisi hulu, pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk, hingga perluasan akses pasar agar kelapa mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian,” tambahnya.

​Sinergi Bangun Perekonomian Sulut

​Selain menggelar forum diskusi, KPw BI Sulut juga rutin mengumpulkan informasi ekonomi strategis. Bank sentral menggunakan hasil asesmen ini sebagai dasar pembuatan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP).

Baca Juga :  Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen untuk Stabilisasi Rupiah

BI menerbitkan LPP secara triwulanan. Sepanjang tahun 2026, BI telah merilis LPP periode Februari dan Mei. Selanjutnya, mereka akan menerbitkan edisi Agustus dan November.

​Pemerintah mendukung penuh kegiatan bincang ekonomi ini. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jimmy Ringkuangan, hadir langsung sekaligus membuka acara.

​Selain itu, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid dan Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sukmo Harsono turut hadir.

Sejumlah pengusaha, akademisi, pimpinan lembaga, perangkat daerah, serta media massa juga ikut berpartisipasi menyukseskan acara.

ADP

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031
Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya
Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar
Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat
Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sangihe Imbau Warga Waspada Karhutla
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Sitaro Imbau Warga Waspada Karhutla
Raih IPK 4,5 di Korea Selatan, Srikandi Muda Asal Sulut Lulus Doktor Termuda dan Terbaik di Usia 27 Tahun
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Sah! DPR Tetapkan Destry Damayanti Gubernur BI Periode 2026-2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:49 WITA

Tembus Pasar Global di Karya Kreatif Indonesia 2026, UMKM Sulawesi Utara Makin Berdaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Karya Kreatif Indonesia 2026 Sukses Besar, Cetak Transaksi UMKM Rp144,2 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Jaringan Judi Togel di Minahasa Kembali Menggurita, Bandar Besar Diduga Terlibat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Polda Sulut Salurkan Bantuan Korban Gempa NTT Senilai Rp300 Juta

Berita Terbaru