Jaguarinfo.id, Manado – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Yudho Hermanto menyambangi Rumah Kopi Jalan Roda, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Selasa (20/10/2026) pagi.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan tokoh agama.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WITA tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat. Selain itu, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sulut menyapa para pengunjung dengan bersalaman. Ia menjangkau pengunjung dari bagian depan hingga belakang rumah kopi dan berbaur langsung tanpa sekat.
Selanjutnya, Yudho Hermanto duduk bersama sejumlah tokoh agama. Mereka menikmati kopi sambil berbincang santai dalam suasana akrab.
Sejumlah tokoh agama yang hadir antara lain Ketua Lembaga Dakwah NU Sulut Husen Perjuangan, S.Ag., Pendeta Pelayanan GMIM Kolam Bethesda Pdt. Rocky Wenas, S.Th., Imam Masjid Komo Luar Imran Hasan, Imam Masjid Istiqlal H. Thaha Bachmid, serta Imam Masjid Calaca Rahmad.
Kapolda Sulut turut didampingi Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K., Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Yudi Kristanto, S.I.K., Dirintelkam Polda Sulut Kombes Pol Malpa Malacoppo, S.H., S.I.K., M.I.K., serta Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol Rio Alexander Panelewen, S.I.K.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan salah satu langkah Polri untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tokoh agama.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat kedekatan dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat. Komunikasi yang terbuka dan silaturahmi yang terjalin dengan baik menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta memelihara persatuan di Sulawesi Utara.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi bersama tokoh agama dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan nyaman bagi seluruh warga,” tambahnya.















