NTP Sulawesi Utara April 2026 Melejit, Kesejahteraan Petani Meningkat Signifikan

- Aldy Pascoal

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, dengan latar belakang aktivitas sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi daerah.

Kepala BPS Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, dengan latar belakang aktivitas sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi daerah.

Jaguarinfo.id, Manado – Kabar baik menyelimuti sektor pertanian di Bumi Nyiur Melambai pada awal kuartal kedua tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP Sulawesi Utara pada April 2026 mengalami lonjakan sebesar 3,38 persen.

Angka NTP Sulawesi Utara yang kini mencapai 127,54 tersebut menunjukkan bahwa indeks kesejahteraan petani Sulut semakin menguat jika kita bandingkan dengan capaian Maret sebesar 123,37.

​Kepala BPS Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, menyampaikan data tersebut secara langsung dalam acara konferensi pers resmi di kantor BPS Sulut, Senin (04/05/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau menjelaskan bahwa fenomena positif ini muncul karena Indeks Harga yang diterima Petani (It) tumbuh lebih pesat daripada Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib). Tercatat, nilai It melonjak 5,37 persen, sementara beban biaya atau Ib hanya naik tipis sebesar 1,93 persen.

Sulawesi Utara kini menduduki posisi puncak dalam hal pertumbuhan ekonomi petani di tingkat regional. Dari total enam provinsi yang tersebar di Pulau Sulawesi, Sulawesi Utara mencatatkan kenaikan tertinggi baik pada nilai NTP maupun NTUP.

Baca Juga :  Kinerja Positif, Ekspor Sulawesi Utara Tumbuh 44,93 Persen pada Agustus 2026

Nilai NTUP provinsi ini bahkan meroket hingga 5,24 persen pada periode yang sama.

​Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa wilayah tetangga di pulau yang sama. Provinsi Sulawesi Tenggara justru menghadapi penurunan NTP, sementara Provinsi Sulawesi Selatan juga mengalami tren penurunan pada nilai NTUP mereka.

Keberhasilan Sulawesi Utara menjaga momentum pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat perdesaan.

Hortikultura Jadi Motor Utama Kesejahteraan Petani Sulut

​Jika kita melihat lebih dalam, subsektor hortikultura menjadi pendorong utama di balik kenaikan angka tersebut. Subsektor ini mencatatkan pertumbuhan luar biasa sebesar 23,21 persen.

Selain hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat juga ikut menyumbang tren positif dengan kenaikan tipis sebesar 0,74 persen.

​Namun, tidak semua kelompok tani merasakan tren serupa pada bulan April ini. Tiga subsektor lainnya justru menghadapi tekanan penurunan nilai tukar.

Kelompok tanaman pangan turun 3,02 persen, diikuti oleh sektor peternakan yang melemah 1,17 persen, serta sektor perikanan yang terkoreksi 1,50 persen.

Baca Juga :  Resmi! PLT Rektor Unsrat Jamaludin Jompa Pastikan Layanan Kampus Berjalan Normal

​”Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada bulan April 2026 naik 3,38 persen menjadi 127,54 dibandingkan dengan bulan Maret yang bernilai 123,37. Kenaikan NTP disebabkan Indeks Harga yang diterima Petani (It) mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibandingan kenaikan Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib),” ujar Dr. Watekhi dalam pernyataannya.

Indeks Konsumsi dan Tantangan Inflasi Rumah Tangga

​Meskipun pendapatan petani meningkat, tantangan biaya hidup tetap membayangi keseharian mereka. Indeks Konsumsi Rumah Tangga di wilayah ini tercatat naik sebesar 2,51 persen secara bulanan.

Kenaikan pengeluaran yang paling mencolok terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencapai angka 3,64 persen.

​Sebaliknya, kelompok pengeluaran untuk penyediaan makanan dan minuman atau restoran menunjukkan stabilitas yang lebih baik.

Kelompok tersebut hanya mengalami kenaikan minimal sebesar 0,01 persen.

Secara akumulatif, pertumbuhan NTP secara tahun kalender (YTD) berada di angka 1,86 persen, sementara pertumbuhan tahun ke tahun (YoY) menyentuh angka 1,07 persen.

Aldy Pascoal (UKW 27192)

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda
Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa
Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 2.000 Paket Sembako
Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik
BREAKING NEWS ! Polda Sulut Tangkap Empat Pelaku Love Scamming, Satu Korban Rugi Rp850 Juta
GM Bandara Sam Ratulangi Manado Imbau Warga Waspadai Kebakaran Rumput Kering
Kepala Otban Wilayah 8 Manado Ambar Suryoko Ungkap Alasan Bandara Sam Ratulangi Ditutup Akibat Kebakaran
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:20 WITA

Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:45 WITA

Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:10 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 2.000 Paket Sembako

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:59 WITA

Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik

Berita Terbaru

Munas KOPEK di Kota Manado, Sulawesi Utara, membahas hilirisasi dan pengembangan komoditas kelapa.

BISNIS

Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa

Kamis, 8 Okt 2026 - 01:45 WITA