Jaguarinfo.id, Manado – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjamin operasional Pertamina Sulawesi Utara tetap stabil setelah gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara.
Selain itu, Pertamina memastikan distribusi energi kepada masyarakat tidak terganggu meskipun guncangan terasa sangat kuat di beberapa titik infrastruktur penting.
Tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE) segera memeriksa seluruh titik vital sesaat setelah bencana terjadi. Fokus utama pengecekan berada di Integrated Terminal (IT) Bitung yang menjadi jantung energi di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan awal, seluruh sarana dan fasilitas di lokasi tersebut berada dalam kondisi kokoh dan berfungsi optimal.
Selanjutnya, pengecekan juga menyasar Fuel Terminal (FT) Tahuna serta Integrated Terminal (IT) Gorontalo yang berada di sekitar area terdampak.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa infrastruktur di sana tidak mengalami kerusakan berarti. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir karena aktivitas penyaluran BBM maupun LPG tetap berjalan sesuai jadwal normal.
Meskipun kondisi terpantau aman, tim lapangan masih melakukan pemeriksaan lanjutan pada IT Bitung dan LPG Amurang.
Langkah ini bertujuan untuk memvalidasi standar keselamatan kerja yang paling ketat. Pertamina berkomitmen untuk mendeteksi sekecil apa pun potensi kendala teknis yang mungkin muncul akibat getaran tektonik tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi kunci utama.
“Segera setelah gempa terjadi, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan pada seluruh fasilitas operasional. Hingga saat ini, operasional penyaluran energi tetap berjalan dan kondisi sarana dalam keadaan aman,” ujar Lilik.
Komitmen Pelayanan Energi Masyarakat
Pertamina terus memantau situasi secara berkala guna mengantisipasi gempa susulan yang mungkin memengaruhi keandalan distribusi.
Perusahaan memprioritaskan ketersediaan stok di SPBU maupun pangkalan LPG agar tetap mencukupi kebutuhan warga.
Melalui koordinasi intensif, tim operasional selalu siap siaga merespons segala bentuk kondisi darurat di lapangan.
Lilik menambahkan bahwa pengawasan rutin akan menjadi prosedur tetap selama masa pemulihan pasca gempa.
“Pertamina terus melakukan monitoring dan pengecekan lanjutan untuk memastikan seluruh fasilitas beroperasi sesuai standar keselamatan. Penyaluran energi kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan dijaga agar berjalan tanpa gangguan,” tutupnya.
















