Jaguarinfo.id, Kendari – Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat mengawal stok LPG Sulawesi Tenggara agar tetap stabil. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memimpin langsung pengecekan sarana dan fasilitas distribusi pada Kamis, 10 April 2026.
Langkah ini bertujuan untuk menjamin pasokan elpiji Sultra mengalir lancar ke tangan masyarakat tanpa hambatan teknis di lapangan.
Deny Sukendar bersama tim manajemen mendatangi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji Khusus (SPPEK) PT Karunia Harapan Sejati. Fasilitas yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Kendari ini menjadi titik vital dalam menjaga rantai pasok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain memantau fisik infrastruktur, tim juga memeriksa standar keamanan operasional untuk mencegah kendala teknis dalam proses pengisian tabung gas.
Pihak manajemen fokus memastikan setiap mesin dan alat angkut bekerja optimal. Hal ini penting agar kapasitas distribusi harian tidak terganggu.
Melalui pengawasan ketat, Pertamina ingin memberikan kepastian bahwa infrastruktur energi di wilayah timur Indonesia dalam kondisi prima.
Tambahan Ribuan Metrik Ton untuk Stok LPG Sulawesi Tenggara
Selain pengawasan fasilitas, Pertamina membawa kabar baik mengenai penguatan cadangan energi. Dua kapal tanker, MT Gas Kahayan dan MT Gas Barito, baru saja menyandarkan muatannya.
Kapal tersebut membawa total sekitar 2.700 metrik ton gas untuk memperkuat stok LPG Sulawesi Tenggara dalam beberapa pekan ke depan.
”Peninjauan ini memastikan seluruh sarana dan fasilitas berada dalam kondisi optimal, sehingga proses distribusi LPG dapat berjalan lancar. Dukungan tambahan pasokan yang masuk hari ini semakin memperkuat kondisi stok LPG di Sulawesi Tenggara agar tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Deny Sukendar
Sinergi Monitoring demi Ketersediaan Gas Melon yang Stabil
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan pentingnya koordinasi lintas fungsi.
Pertamina kini mengandalkan sistem pemantauan terintegrasi untuk mendeteksi potensi kelangkaan sejak dini. Oleh karena itu, pengiriman dari kapal tanker langsung terhubung dengan jadwal distribusi ke pangkalan resmi.
”Pertamina memastikan distribusi LPG berjalan secara konsisten dengan dukungan sarana yang andal dan pengawasan yang terintegrasi. Tambahan pasokan yang diterima hari ini menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk menjaga layanan tetap optimal,” jelas Lilik.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli produk di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai HET. Jika warga menemukan kendala atau penyimpangan distribusi, mereka bisa menghubungi Pertamina Call Center 135.
Dengan penggunaan gas yang bijak dan efisien, ketahanan energi di Sulawesi Tenggara akan tetap terjaga secara berkelanjutan.
















