Jaguarinfo.id, Manado – Badan Pusat Statistik mencatat tren positif pada pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang menyentuh angka 5,54 persen secara tahunan (y-on-y) pada triwulan I-2026.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai ini menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika global. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku kini telah mencapai angka Rp 51,67 triliun.
Sektor penyediaan akomodasi serta makan minum menjadi primadona dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 20,85 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini membuktikan bahwa aktivitas pariwisata di daerah ini kembali bergairah dengan sangat pesat.
Selain itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah turut memberikan kontribusi signifikan melalui kenaikan sebesar 7,89 persen.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Watekhi, menjelaskan rincian capaian tersebut dalam pelaksanaan press release resmi.
“Capaian ini merefleksikan aktivitas ekonomi masyarakat yang makin produktif, terutama pada lapangan usaha yang bersentuhan langsung dengan sektor jasa dan pariwisata,” ujar Dr. Watekhi di hadapan para awak media.
Evaluasi Kinerja Ekonomi Secara Kuartalan
Meski tumbuh kuat secara tahunan, ekonomi daerah ini mengalami kontraksi sebesar 8,02 persen jika kita bandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q).
Fenomena tersebut merupakan hal lumrah karena adanya pola musiman setelah berakhirnya perayaan hari besar di akhir tahun.
Namun, sektor administrasi pemerintahan tetap tumbuh positif sebesar 2,83 persen pada periode yang sama.
Dr. Watekhi menegaskan bahwa struktur ekonomi daerah tetap stabil meski menghadapi tekanan kontraksi kuartalan.
Beliau optimis bahwa performa pembangunan ekonomi akan terus membaik seiring dengan realisasi belanja pemerintah yang mulai berjalan lancar. PDRB atas dasar harga konstan pada periode ini tercatat berada di angka Rp 28,05 triliun.
















