Jaguarinfo.id, Manado – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus berkomitmen meningkatkan transparansi mengenai penyaluran pupuk bersubsidi kepada masyarakat luas. Perusahaan menggelar acara Media Gathering Regional 4 bertajuk “Edukasi Distribusi Pupuk Subsidi” di Manado pada Jumat (17/4/2026).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan informasi mengenai bantuan pemerintah tersebut sampai kepada petani secara akurat dan valid.
Pihak manajemen menyadari bahwa keterbukaan informasi publik merupakan kunci utama dalam menjalankan penugasan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, Pupuk Indonesia mengajak 27 rekan media dari wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya untuk berkolaborasi.
Perusahaan ingin media massa menjadi garda terdepan dalam melawan berita hoaks. Informasi yang benar akan mencegah kesalahpahaman petani terkait prosedur penebusan di lapangan.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, hadir langsung memimpin diskusi tersebut. Ia didampingi oleh sejumlah Senior Manager, yaitu Endah Wulandari, Eko Winarto, dan Heru Sofyan Firmansyah.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk mendengarkan aspirasi jurnalis mengenai kondisi pertanian di daerah.
Melalui dialog yang hangat, perusahaan berupaya membangun hubungan kolaboratif jangka panjang dengan media lokal maupun nasional.
Penyederhanaan Aturan dan Penurunan Harga Eceran Tertinggi
Wisnu menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan terobosan besar dalam tata kelola pupuk bersubsidi. Saat ini, sebanyak 145 peraturan lama telah disederhanakan menjadi satu payung hukum melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025.
Selain itu, kabar gembira datang dari sisi harga karena Harga Eceran Tertinggi (HET) turun sebesar 20 persen sejak Oktober tahun lalu. Pemerintah juga memperluas jangkauan penerima manfaat dengan menyertakan sektor perikanan dalam alokasi pupuk pemerintah tahun 2026.
Kebijakan baru tersebut memicu tren positif pada serapan pasar di wilayah timur Indonesia. Hingga 14 April 2026, total penyaluran pupuk bersubsidi di Regional 4 telah mencapai 332.255 ton.
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 125 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Wisnu sangat mengapresiasi dukungan penuh pemerintah yang fokus menjaga produktivitas sektor pertanian nasional.
“Kami ingin dapat bersilaturahmi dan berdialog dengan rekan-rekan media yang ada di wilayah sehingga tercipta hubungan baik yang kolaboratif dan strategis antara perusahaan dengan media,” ujar Wisnu Ramadhani di tengah sesi diskusi.
















