Jaguarinfo.id, Sangihe – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Polres Kepulauan Sangihe menunjukkan komitmen nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Pada 11/06/26, Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik memimpin langsung kegiatan bakti sosial gempa bumi sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah di daerah tersebut.
Respons Cepat Polres Kepulauan Sangihe di Wilayah Perbatasan
Kegiatan kemanusiaan ini menyasar warga terdampak gempa magnitudo 7.7 di Kampung Pulau Kawio dan Kampung Pulau Marore, Kecamatan Kepulauan Marore. Rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda Sangihe berangkat menuju lokasi terluar tersebut pada pukul 08.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, serta perwakilan Kodim 1301/Sangihe dan Kejari Sangihe turut serta dalam misi tersebut.
Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik menegaskan bahwa aksi ini merupakan representasi kehadiran negara.
“Penyerahan bantuan merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat terdampak bencana jelang hari bhayangkara ke-80 tahun 2026. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di pulau terluar, khususnya di Kampung Kawio dan Pulau Marore yang baru saja diguncang bencana gempa bumi, tidak merasa sendirian. Polri bersama jajaran TNI dan Pemerintah Daerah hadir langsung untuk meringankan beban, memulihkan psikologis warga, serta memastikan roda kehidupan tetap berjalan baik,” ujar AKBP Abdul Kholik di lokasi peninjauan.
Pemulihan Psikologis Melalui Trauma Healing
Setibanya di Kampung Kawio, petugas meninjau langsung kerusakan infrastruktur warga. Selain menyalurkan logistik berupa bahan pangan dan obat-obatan, tim khusus juga diterjunkan untuk memberikan trauma healing. Anak-anak setempat diajak bermain dan bernyanyi untuk mengurangi dampak trauma pascabencana.
Setelah menuntaskan misi di Pulau Kawio, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau Marore. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan merata dan memantau langsung proses pemulihan pascagempa bagi seluruh warga terdampak di wilayah perbatasan.















