Rupiah Bakal Menguat, Ekonomi Nasional Tetap Solid di 2026

- Aldy Pascoal

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Rupiah Berpotensi Menguat di awal tahun 2026 berkat stabilitas sistem keuangan yang terjaga serta prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang kian membaik. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, melihat optimisme ini muncul karena fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh walau pasar keuangan global masih penuh ketidakpastian.

​”Ke depan nilai tukar diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi lebih baik,” ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

​Menanggapi hal itu, Bank Indonesia melaporkan bahwa ketahanan eksternal negara berada pada level yang sangat aman. Hal ini terlihat dari posisi cadangan devisa yang melampaui standar kecukupan internasional secara signifikan.

​Strategi BI Memperkuat Nilai Tukar Rupiah

​Sementara itu, BI mengakui adanya tekanan dari arus modal global beberapa waktu lalu. Namun demikian, bank sentral memastikan kondisi tersebut tetap terkendali dan bergerak selaras dengan dinamika pasar dunia.

​Selain hal tersebut, Perry menegaskan pihaknya terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing. BI secara aktif melakukan langkah stabilisasi melalui pasar non-delivery forward (NDF) baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Masjid Haji Keuchik Leumiek, Destinasi Religi Baru yang Memukau di Banda Aceh

​”Transaksi spot dan swap untuk mendukung penguatan local currency transaction,” paparnya.

​Di sisi lain, BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, khususnya menggunakan Yuan China dan Yen Jepang. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu sekaligus memperkuat posisi Rupiah Berpotensi Menguat di masa depan.

​Lebih lanjut, Bank Indonesia tetap menjalankan kebijakan makroprudensial yang longgar untuk menyokong sektor riil. Sinergi dengan pemerintah pun berlanjut melalui pembelian surat berharga negara di pasar sekunder demi menjaga stabilitas ekonomi makro secara menyeluruh.

​

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sepekan, Polres Tomohon Ungkap Dua Kasus Pencurian, 10 Terduga Pelaku Diamankan
ISEF 2026 Dorong Ekonomi Syariah, Indonesia Perkuat Daya Saing Global
9 UMKM Sulut Tampil di ISEF 2026, Promosikan Produk Unggulan ke Pasar Nasional
PT DAW Tanam 500 Bibit Mangrove di Bahowo, Dukung Kelestarian Pesisir
Kapolsek Wori dan Warga Kima Bajo Gotong Royong Timbun Tanah Ambles
Kapolri: Tim Gabungan Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Kapal Diduga Matikan Sinyal Pelacak
Honda DBL North Sulawesi 2026 Tuntas, Eben Haezar dan Manado Independent School Juara
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:13 WITA

Sepekan, Polres Tomohon Ungkap Dua Kasus Pencurian, 10 Terduga Pelaku Diamankan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:09 WITA

ISEF 2026 Dorong Ekonomi Syariah, Indonesia Perkuat Daya Saing Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:58 WITA

9 UMKM Sulut Tampil di ISEF 2026, Promosikan Produk Unggulan ke Pasar Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:38 WITA

PT DAW Tanam 500 Bibit Mangrove di Bahowo, Dukung Kelestarian Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:44 WITA

Kapolsek Wori dan Warga Kima Bajo Gotong Royong Timbun Tanah Ambles

Berita Terbaru