Jaguarinfo.id, Manado – PT Angkasa Pura Indonesia (API) resmi memulai peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional 2026 di Sulawesi Utara. Perusahaan berkomitmen penuh memperkuat Budaya K3 Bandara Sam Ratulangi demi menciptakan lingkungan kerja aman bagi seluruh personel. Melalui tema besar tahun ini, API fokus membangun ekosistem pengelolaan yang profesional, andal, serta mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, menegaskan pentingnya implementasi K3 yang konsisten. Pria yang akrab dengan sapaan Oki ini menjelaskan bahwa keselamatan bukan sekadar pemenuhan regulasi. Menurutnya, K3 merupakan fondasi utama untuk mendukung operasional bandara yang berkelas dunia.
”Kami mengelola risiko kerja yang sangat kompleks di area bandara. Oleh karena itu, pengelolaan keselamatan harus berjalan secara profesional dan didukung kompetensi personel yang andal. Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi secara aktif,” ujar Oki dalam keterangan resminya di Manado.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak manajemen telah menyiapkan rangkaian agenda edukatif untuk mengisi Bulan K3 Nasional tahun ini. Bandara menyelenggarakan sosialisasi bantuan hidup dasar, edukasi keselamatan berkendara, hingga aksi donor darah untuk umum. Selain itu, petugas melakukan inspeksi rutin ke mitra usaha terkait penanganan kebakaran dan pembersihan area landasan melalui kegiatan FOD Walk.
Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di seluruh unit kerja. API ingin memastikan setiap anak perusahaan memahami pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan. Dengan demikian, kesadaran kolektif akan tumbuh menjadi kebiasaan kerja yang positif di lingkungan bandara.
Kolaborasi Mewujudkan Lingkungan Kerja Aman
Pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama API dalam memitigasi risiko kecelakaan kerja. Perusahaan melibatkan karyawan, maskapai penerbangan, penyedia jasa ground handling, hingga instansi pemerintah terkait. Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem keselamatan yang terintegrasi sehingga potensi bahaya dapat dicegah lebih dini.
Melalui momentum ini, Bandara Sam Ratulangi menegaskan posisinya dalam menjaga keunggulan operasional. Penguatan Budaya K3 Bandara Sam Ratulangi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin kenyamanan penumpang. API optimistis bahwa ekosistem yang solid akan mendukung keberlanjutan industri penerbangan nasional di masa depan.
















