Kapal Filipina Diduga Pasok Sianida untuk Tambang Emas Ilegal di Gorontalo

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 15:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat gabungan dari Polairud dan Polres Gorontalo Utara saat memeriksa muatan kapal boat asal Filipina yang terdampar di pesisir Desa Motiheluma dengan membawa ribuan kilogram bahan kimia berbahaya.

Aparat gabungan dari Polairud dan Polres Gorontalo Utara saat memeriksa muatan kapal boat asal Filipina yang terdampar di pesisir Desa Motiheluma dengan membawa ribuan kilogram bahan kimia berbahaya.

Jaguarinfo.id, Gorontalo – Sebuah kapal asing asal Filipina terdampar di pesisir Pantai Desa Motiheluma, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. Kapal tersebut memicu kegemparan karena mengangkut hampir dua ton bahan kimia berbahaya yang diduga kuat sebagai sianida. Penemuan pasokan zat beracun ini terjadi setelah kapal mengalami kerusakan mesin saat melintasi perairan Sulawesi.

​Aparat gabungan segera mengamankan lokasi setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan kapal mencurigakan tersebut.

Saat pemeriksaan awal, petugas menemukan puluhan karung berlabel kimia di dalam palka kapal. Polisi menduga kuat bahwa distribusi bahan kimia ini menyasar para pelaku aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Gorontalo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Penemuan Ribuan Kilogram Bahan Kimia Berbahaya

​Data sementara menunjukkan terdapat 39 karung yang berisi serbuk kristal putih diduga natrium sianida. Setiap karung memiliki berat sekitar 50 kilogram, sehingga total muatan mencapai 1.950 kilogram. Jika muatan ini benar merupakan bahan kimia berbahaya, maka nilai ekonominya bisa mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Gelar Pasar Murah Pertamina Makassar untuk Bantu Warga

​Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, mengonfirmasi tindakan tegas aparat terhadap kapal tersebut. “Benar, kapal itu diamankan oleh Polairud bersama Polres Gorontalo Utara,” ujar Desmont saat memberikan keterangan resmi. Saat ini, kepolisian masih menjaga ketat barang bukti tersebut guna penyelidikan lebih lanjut.

​Pihak penyidik tengah mendalami siapa pemilik asli serta tujuan akhir dari pasokan zat beracun tersebut.

Meskipun identitas kru belum terungkap sepenuhnya, polisi yakin ada jaringan besar yang mengelola distribusi bahan kimia ini. Polisi juga bekerja sama dengan tim laboratorium forensik untuk memastikan jenis kandungan kimia dalam puluhan karung itu.

​”Barang bukti masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan jenisnya. Proses pendalaman masih berjalan,” tambah Desmont.

Baca Juga :  Sidang Replik, JPU Tetap Tuntut Margaretha Makalew 3,6 Tahun Penjara dalam Kasus Penyerobotan Tanah

Selain kepolisian, Bea Cukai Gorontalo ternyata sudah mengendus rencana masuknya kapal ini sejak awal tahun 2026. Namun, pengiriman tersebut sempat tertunda akibat faktor cuaca ekstrem di perairan utara.

​Imigrasi Gorontalo kini ikut memantau pergerakan awak kapal asing tersebut untuk mendukung proses hukum. Kasus ini membongkar kembali fakta maraknya peredaran bahan kimia berbahaya di jalur tikus perairan Sulawesi. Oleh karena itu, aparat berkomitmen meningkatkan patroli laut guna memutus rantai pasokan bahan baku tambang ilegal.

​Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas PETI di “Tanah Serambi Madinah”. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum sepakat untuk memperketat pintu masuk wilayah. Langkah ini bertujuan agar sianida atau bahan perusak lingkungan lainnya tidak lagi masuk ke kawasan hutan lindung maupun area pertambangan rakyat.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sukacita Iman Warnai Pelaksanaan Hapsa PKB Sinode GMIM di Jemaat Galilea Teling
Kuota Solar Subsidi Sulut Jebol 3,46 Persen, Polda Sulut Siapkan Operasi Besar Berantas Penyalahgunaan Barcode
PT Astra Honda Motor Perketat Pengawasan Pelumas Palsu di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara
Jejak Prestasi Johanes Adhyaksa Pesik Langie: Putra Kapolda Sulut yang Lolos Terbaik Pertama AKPOL 2026
Pamer Senjata Api Rakitan di Media Sosial, Empat Pria di Minahasa Tenggara Ditangkap Polisi
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie Perintahkan Buru Pelaku Begal demi Keamanan Warga
Perluas Layanan Purna Jual, Honda Resmikan AHASS ARM Motor di Manado
BWS Sulawesi I Bergerak Cepat Tangani Banjir Bolmong, Sedimen Sungai Sudah Dibersihkan 370 Meter
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:26 WITA

Sukacita Iman Warnai Pelaksanaan Hapsa PKB Sinode GMIM di Jemaat Galilea Teling

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:28 WITA

Kuota Solar Subsidi Sulut Jebol 3,46 Persen, Polda Sulut Siapkan Operasi Besar Berantas Penyalahgunaan Barcode

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:10 WITA

PT Astra Honda Motor Perketat Pengawasan Pelumas Palsu di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:58 WITA

Jejak Prestasi Johanes Adhyaksa Pesik Langie: Putra Kapolda Sulut yang Lolos Terbaik Pertama AKPOL 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:46 WITA

Pamer Senjata Api Rakitan di Media Sosial, Empat Pria di Minahasa Tenggara Ditangkap Polisi

Berita Terbaru