Mitigasi Lingkungan, Komisi XII : Harus Prioritaskan Alat Teknis

- Aldy Pascoal

Selasa, 27 Januari 2026 - 00:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaguarinfo.id, Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari meminta pemerintah memperkuat kebijakan mitigasi lingkungan Komisi XII sebagai fondasi ketahanan bencana nasional. Ia menegaskan bahwa perlindungan alam harus fokus pada langkah pencegahan nyata yang terukur di lapangan. Pernyataan ini muncul dalam Rapat Kerja bersama Menteri Lingkungan Hidup di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

​Politisi Fraksi PKB ini melihat risiko bencana ekologis saat ini menuntut negara untuk lebih serius memperkuat instrumen pencegahan. Menurutnya, intervensi teknis menjadi kunci utama untuk menekan dampak kerusakan lingkungan secara langsung. Ratna menilai pengadaan fasilitas pendukung jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi prosedur birokrasi yang bersifat administratif.

Baca Juga :  Akhir Tahun Anggaran, Menkeu Tinjau Kelancaran Pencairan Belanja APBN di KPPN Jakarta

​Fokus Anggaran pada Mitigasi Lingkungan Komisi XII dan Alat Lab

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​“Anggaran seharusnya difokuskan untuk peralatan pencegahan, pembangunan laboratorium, serta pemantauan polusi udara dan air agar risiko bencana bisa ditekan sejak awal,” ujar Ratna. Legislator asal Dapil Jawa Timur IX ini yakin penguatan sarana teknis meningkatkan kemampuan pemerintah dalam menjaga kualitas ekosistem. Hal tersebut sangat krusial guna mencegah kerusakan parah yang sering memicu bencana alam di berbagai daerah.

​Ratna menegaskan bahwa pendekatan ini menunjukkan keberpihakan negara terhadap keselamatan masyarakat dan keberlanjutan alam. Ia tidak ingin perlindungan lingkungan hanya berhenti pada laporan di atas kertas saja. Baginya, pemerintah wajib membuktikan bahwa keselamatan warga berada di atas kepentingan internal kementerian.

Baca Juga :  Ibadah Natal IVENDO Sulut Tonjolkan Kasih Kristus dan Semangat Berbagi

​“Dengan penguatan mitigasi, pemerintah menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan ditempatkan lebih penting daripada sekadar kebutuhan birokrasi internal,” tegasnya. Ratna juga mendorong agar skema penganggaran mendatang lebih berpihak pada pelaksanaan program teknis di lapangan.

​Ia berharap proporsi dana yang besar mampu menyentuh langsung aspek ketahanan lingkungan nasional. Hal ini krusial agar fungsi pengawasan lingkungan berjalan optimal dan berkelanjutan. “Kalau ada penambahan anggaran, proporsinya harus lebih besar untuk eksekusi program di lapangan,” tutup Ratna.

Follow WhatsApp Channel www.jaguarinfo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda
Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa
Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 2.000 Paket Sembako
Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik
BREAKING NEWS ! Polda Sulut Tangkap Empat Pelaku Love Scamming, Satu Korban Rugi Rp850 Juta
GM Bandara Sam Ratulangi Manado Imbau Warga Waspadai Kebakaran Rumput Kering
Kepala Otban Wilayah 8 Manado Ambar Suryoko Ungkap Alasan Bandara Sam Ratulangi Ditutup Akibat Kebakaran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:48 WITA

Operasional SPPG Polda Sulut di SPN Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan Irwasda

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:20 WITA

Zulkifli Hasan Buka World Coconut Day 2026 di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:45 WITA

Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:10 WITA

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 2.000 Paket Sembako

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:59 WITA

Honda Ramaikan Festival Pesona Selat Lembeh 2026 dengan Promo Menarik

Berita Terbaru

Munas KOPEK di Kota Manado, Sulawesi Utara, membahas hilirisasi dan pengembangan komoditas kelapa.

BISNIS

Munas KOPEK di Manado Bahas Hilirisasi Komoditas Kelapa

Kamis, 8 Okt 2026 - 01:45 WITA