Jaguarinfo.id, Manado – BRI Region 16 Manado mencatat tren positif dalam penyaluran KUR BRI Manado yang kini telah mencapai angka Rp1,5 triliun hingga April 2026.
Capaian pembiayaan UMKM BRI ini terungkap saat jajaran manajemen menggelar bincang-bincang bersama media pada Selasa (12/05/2026) di sebuah kafe di Kota Manado.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui dukungan modal usaha di seluruh wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Target Realisasi Penyaluran KUR BRI Manado
Regional Mikro Banking Head BRI Manado, Rizky Andhika, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan bagian dari target tahunan sebesar Rp4,674 triliun.
Pihaknya merasa sangat optimistis target besar ini akan terpenuhi lebih awal dari jadwal penutupan tahun anggaran pada Desember nanti.
”Alhamdulillah sudah bisa menyalurkan 1,5 triliun rupiah untuk di seluruh wilayah Region 16 Manado. Saya yakin tidak sampai waktunya yakni bulan Desember, BRI pasti bisa selesaikan angka penyaluran kepada masyarakat yang membutuhkan itu biasanya di bulan Oktober,” tegas Rizky Andhika di hadapan awak media.
Tantangan NPL dan Kendala Geografis
Namun, pertumbuhan kredit yang masif ini menghadapi tantangan serius terkait kualitas pinjaman atau Non-Performing Loan (NPL).
Data posisi 31 Maret 2026 menunjukkan NPL KUR Mikro berada di angka 5,05 persen dan KUR Kecil sebesar 5,09 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena angka tersebut berada di atas ambang batas (threshold) sebesar 3 persen.
Selain risiko kredit, hambatan geografis di wilayah Sulawesi Utara juga menjadi faktor penyulit bagi tenaga pemasar.
Mereka harus menempuh jarak jauh dengan akses jalan serta transportasi yang belum memadai, terutama di daerah kepulauan. Oleh karena itu, manajemen terus mengevaluasi strategi lapangan agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Inklusi Keuangan dan Penetrasi Internet
Masalah infrastruktur digital juga menjadi hambatan dalam mempercepat inklusi keuangan di wilayah pedesaan dan pegunungan pelosok.
Berdasarkan data Susenas BPS, penetrasi jaringan internet di daerah tersebut baru menyentuh angka 71,11 persen.
Hal ini membuat edukasi terkait pembiayaan modal usaha kepada masyarakat membutuhkan kerja keras ekstra dari tim perbankan.
Meskipun menghadapi berbagai kendala tersebut, BRI tetap berkomitmen memperluas jangkauan layanan hingga ke titik terjauh.
Manajemen terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar literasi keuangan masyarakat semakin meningkat secara signifikan.
Langkah konsisten ini menjadi kunci utama bagi BRI untuk mendukung penuh keberlangsungan sektor UMKM secara keseluruhan.
















