Jaguarinfo.id, Gaza – Stasiun televisi Al Jazeera resmi menolak tuduhan Israel yang menyebut kameramen mereka, Ahmed Wishah, sebagai anggota Hamas setelah ia tewas dalam serangan di Jalur Gaza pada 20/06/26.
Media yang berbasis di Qatar ini menyatakan bahwa tuduhan Israel terhadap jurnalis tersebut tidak berdasar dan hanya upaya untuk membenarkan penargetan terhadap awak media.
Hingga kini, tuduhan Israel terhadap jurnalis tersebut dianggap sebagai bagian dari kampanye fitnah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Al Jazeera Kecam Tuduhan Israel terhadap Jurnalis
Militer Israel sebelumnya mengeklaim Wishah tewas dalam sebuah serangan presisi bersama dua anggota Hamas di Kamp Pengungsi Bureij. Mereka juga menuding Wishah bekerja sebagai operator penembak jitu, namun militer tidak melampirkan bukti pendukung apa pun terkait klaim tersebut.
Al Jazeera dengan tegas membantah narasi itu. Pihak stasiun televisi tersebut menyatakan bahwa serangan ini adalah bentuk kejahatan terhadap kebebasan pers.
Sebelumnya, berita ini dilansir dari AFP yang melaporkan duka mendalam dari rekan-rekan Wishah di Rumah Sakit Al-Aqsa.
”Untuk pertama kalinya, saya merasa tidak mampu merekam gambar. Pendudukan dengan sengaja membunuh jurnalis dan siapa pun yang meliput peristiwa di lapangan,” ujar jurnalis lepas Gaza, Bilal Abu Samak.
Kondisi Kebebasan Pers di Gaza
Data dari kelompok Reporters Without Borders mencatat lebih dari 220 jurnalis tewas sejak perang pecah di wilayah tersebut.
Meskipun militer Israel menegaskan tidak pernah sengaja menargetkan awak media, fakta di lapangan menunjukkan tingginya risiko bagi para peliput berita.
Situasi di Gaza kini semakin memprihatinkan bagi keselamatan jurnalis yang bertugas di medan perang.


















