Jaguarinfo.id, Manado – Ditpolairud Polda Sulawesi Utara menggelar latihan Search and Rescue (SAR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem menjelang musim hujan.
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., memimpin langsung latihan tersebut. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dengan melibatkan AKP Sumaji dan sejumlah perwira Ditpolairud Polda Sulut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 30 personel mengikuti latihan dengan menggunakan empat perahu karet. Mereka menyisir aliran Sungai Tondano dari Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, hingga kawasan Sindulang, Kota Manado.
Penyisiran berlangsung hingga pukul 16.00 WITA. Selama kegiatan, personel memperhatikan prosedur keselamatan serta kesiapan sarana pendukung pencarian dan pertolongan.
Ditpolairud Polda Sulut Temukan Hambatan Sungai
Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan, latihan tersebut juga menjadi bagian dari survei kondisi sungai menjelang musim hujan. Personel mengamati sejumlah titik yang berpotensi menghambat aliran air.
“Ditpolairud Polda Sulut mengadakan survei menjelang musim hujan di Sungai Tondano. Kami menggunakan empat perahu karet dengan melibatkan 30 personel yang menyusuri sungai dari wilayah Maumbi, Minahasa Utara, hingga Sindulang, Manado,” ujar Bayuaji.
Dalam penyisiran itu, personel menemukan sejumlah titik yang mengalami hambatan akibat tumpukan kayu dan bambu.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama saat debit sungai meningkat.
Karena itu, Ditpolairud Polda Sulut akan berkoordinasi dengan balai sungai dan instansi pemerintah terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Bayuaji juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke DAS Tondano. Menurutnya, sampah yang terbawa arus sungai dapat mencemari kawasan pesisir, Teluk Manado, hingga Bunaken.
“Perahu karet yang kita gunakan ini berasal dari uang rakyat. Karena itu, kita harus hadir untuk masyarakat. Dalam latihan ini, selain meningkatkan kemampuan SAR, kita juga melihat kondisi sungai dan memperhatikan sampah yang berpotensi menghambat aliran air,” tegas Bayuaji.
Bagikan Sembako dan Ajak Warga Jaga Lingkungan
Selain melakukan latihan dan survei sungai, personel Ditpolairud Polda Sulut membagikan bantuan sembako kepada warga di sepanjang aliran sungai.
Mereka juga menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.
Seorang warga bernama Julius mengapresiasi perhatian Ditpolairud terhadap potensi banjir di Kota Manado. Ia juga mengapresiasi upaya membangun kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
Melalui latihan SAR di DAS Tondano, Ditpolairud Polda Sulut berupaya meningkatkan kemampuan operasional dan kesiapsiagaan personel.
Kegiatan ini sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai.
Dengan demikian, personel diharapkan mampu menjalankan tugas pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, khususnya saat menghadapi potensi bencana.



















